Kamis, 15 November 2012

Loket Foto Akomodir Keluhan Pemohon SIM Wanita



Inovasi dan kreasi terus dikembangkan oleh Satpas SIM Polda Metro Jaya terutama dalam upaya memberi keamanan dan kenyamanan bagi wanita yang hendak melakukan registrasi kelengkapan surat kendaraan khususnya SIM.
Adalah Kasie SIM Polda Metro Jaya Kompol Twedi Aditya Bennyahdi S. Sos, Sik yang kerap menggulirkan berbagai kreativitas untuk memberikan kemudahan bagi warga yang berdomisili di wilayah Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jadetabek) apabila hendak mengurus SIM keluaran DKI Jakarta.
Setelah sukses meluncurkan Mobil SIM keliling di lima sentral wilayah DKI yaitu di tempat-tempat strategis untuk melayani pemohon SIM yang hendak melakukan registrasi perpanjangan SIM A dan C, membuka gerai SIM di pusat-pusat perbelanjaan, memberantas aksi calo, menutup ruang gerak oknum pemalsu SIM, dan membuka pos layanan pengaduan serta menyediakan fasilitas khusus bagi wanita yaitu loket foto.
Loket foto khusus  sengaja disiapkan oleh Kasie SIM dengan tujuan agar kaum wanita merasa aman dan nyaman berada di areal SIM Daan Mogot terutama ketika hendak melakukan pemotretan. Pasalnya diantara tahapan atau prosedur pembuatan SIM, yang paling mengkhawatirkan yaitu saat pengambilan gambar (foto).  Pada tahap terakhir prosedur pembuatan SIM ini peserta berdesak-desakan untuk merebut memasuki loket foto. Di sini terbuka peluang terjadinya pelecehan terhadap kaum wanita.
Kasi SIM Polda Metro Jaya Kompol Twedi Aditya Bennyahdi S. Sos, Sik menjelaskan bahwa layanan khusus berspektif gender ini memang dihadirkan selain untuk mencegah pelecehan seksual, juga memberi kenyamanan bagi wanita. "Pemohon SIM wanita tidak lagi harus berdesak-desakan dengan para pria. Hal ini dilakukan sebagai upaya awal mencegah terjadinya pelecehan disamping memberi kenyamanan, juga memberi nuansa baru bagi para wanita." tuturnya.
Penyediaan fasilitas ini mendapat surprise dari beberapa pemohon. Sri Amalia misalnya, dia merasa aman berada satu ruangan dengan kelompok sejenis. Meski brdesak-desakan dalam ruang loket, tetapi tidak merasa khawatir terjadi sesuatu yang tidak dikehendaki. “Senang bangat dengan fasilitas seperti ini.” Ujarnya tersenyum.
Selain loket khusus wanita saat proses foto, Satpas SIM Daan Mogot juga menyediakan arena bermain bagi anak-anak dan ruangan khusus bagi ibu menyusui ataupun ibu hamil. Semoga apa yang telah diberikan pihak Satpas dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat. (Syam234din)



Rabu, 06 Juni 2012

Harapan Walikota SMA Negeri 35 Angkat Citra Pendidikan


Walikota Jakarta Pusat Saefullah menaruh harapan besar terhadap siswa/siswi  SMA Negeri 35 Jakarta untuk mengangkat citra pendidikan di DKI ke kancah nasional dan internasional.
Harapan itu terlontar ketika Saefullah memberikan amanat pada upacara hari Kebangkitan nasional 20 mei 2012 di SMA Negeri 35 Jalan Mutiara  Karet Tengsin Tanah Abang Jakarta Pusat.
Hari kebangkitan nasional yang sedianya dilaksanakan tepat tanggal 20 Mei 2012 namun bertepatan dengan hari minggu sehingga ditunda dan pelaksanaannya hari Senin, 28 Mei 2012. Suasana  upacara berlangsung khidmat terlebih wali kota menyampaikan amanat yang berisi harapan, pujian, dan sanjungan terhadap  prestasi SMAN 35 dibawah pimpinan Drs.H. Sukarna MM yang memang tidak di sanksikan lagi kredibilitas, loyalitas dan akuntabilitasnya dalam memajukan dunia pendidikan.

Dihadapan para siswa kelas X dan XI, guru, kepala sekolah, lurah Karet Tengsin Maskur, Camat Tanah Abang Hidayatullah, dan Kepala Suku Dinas Menengah dan Atas Zainal Sulaiman, walikota menjelaskan bahwa pemdidkan di wilayah DKI Jakarta dibawah pimpinan Gubernur Fauzi Bowo telah mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Fenomena ini dapat dilihat dari meningkatnya anggaran mencapai 27-28% dari APBD 2012. Anggaran sebesar itu terfokus untuk dunia pendidikan yang berimplikasi langsung pada kesejahteraan guru, pembangunan sarana dan prasarana dari SD hingga SMA.
Di depan ratusan siswa, Saefullah memberikan motivasi agar kelak kader-kader dari SMAN 35 mampu menjadi penerus bangsa terutama menyonsong tahun 2025 sebagai tahun generasi emas. ’’Lulusan SMAN 35 harus mampu menjadi pelopor generasi emas bangsa Indonesia pada tahun 2025 yang akan datang. Karenanya dedikasi dan motivasi mutlak kalian tanamkan dari sekarang.’’ ujar Saefullah. “Untuk merealisasikan program tersebut harus dibangun sinergi dan fondasi yang kuat oleh segenap elemen masyarakat dan terjalin kerja sama yang apik antara pemerintah dan swasta. Sedangkan posisi kalian yang kini masih duduk di kelas X dan XI menjadi tolak ukur sukses tidaknya program tersebut.’’ imbuhnya.
Terkait prestasi SMAN 35, baik akademik maupun non akademik, Saefullah memberi apresiasi setinggi-tingginya kendati prestasi SMAN 35 berada pada posisi ditengah baik tingkat Jakarta Pusat maupun tingkat DKI, namun sangat berpengaruh terhadap kalkulasi urutan DKI untuk skala nasional dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
Sebagai bentuk kepedulian tehadap siswa siswi SMAN 35 yang berprestasi, Saefullah memberikan hadian khusus berupa tabungan dari Bank DKI. Hadiah tersebut  diberikan kepada:
  1. Iko Reza XI IPB, juara 1 O2SN Karate Komite Putra 2012 tingkat wilayah Jakarta Pusat dngan Pembina Ida Farida Spd.
  2. Anastasia X-4, juara II O2SN Lomba Lari 100M Putri 2012 tingkat Wilayah Jakarta Pusat dengan Pembina Ida farida Spd.
  3. M. Fichy XI IPS-2, Juara III O2SN Lomba Pencak silat putra 2012 tingkat Wilayah Jakarta Pusat Pembina Ida Farida Spd
  4. Trian Eron XI IPS-4, Juara II Lomba Panjat Tebing Putra Kategori Speed Track Putra 2012 Tingkat DKI Jakarta dengan Pembina Drs. Barul Atik.
  5. Fitri Nurindah Sari XI IPS-1 , Juara III lomba Da’iah antar SMA dan SMK 2012 tingkat wilayah Jakarta Pusat dengan Pembina Hj Nelty SiAg.
        Disamping itu Walikota juga memberikan penghargaan kepada sejumlah guru mata pelajaran yang mengalami peningkatan nilai Ujian Nasional (UN) 2012 dimana SMAN 35 mampu meluluskan siswa siswinya 100%.
Apresiasi dan penghargaan dari walikota hendaknya menjadi kaca benggala bagi segenap personil SMAN 35 agar tahun-tahun mendatang mampu mengukir prestasi emas baik pada level wilayah Jakarta pusat, DKI, Nasional, maupun internasional.
          Harapan itu bukan sebatas pepesan kosong, tetapi bisa menjelma menjadi realita bilamana seluruh personil SMAN 35 mampu meningkatkan dedikasi dan loyalitas yang tinggi dengan dukungan sarana dan prasarana memadai. Eksistansi guru-guru SMAN 35 memang tidak disangsikan lagi dalam menjalankan tugas secara professional dan penuh tanggung jawab. Hanya saja sumber daya siswa yang perlu mendapat perhatian serius, artinya siswa yang hendak mengenyam pendidikan di sekolah ini mutlak disaring seketat mungkin. Bila komponen ini dipatok tinggi maka gaung SMAN 35  akan terdengar seantero nusantara. Semoga. (Syam 234 din)

Lampiran foto



 




 

Selasa, 05 Juni 2012

Kreasi Membangun Layanan Prima

Oleh : Syamsudin

Satpas SIM Polda Metro Jaya, khususnya sentral pembuatan SIM Jalan DaanMogot Km 11 Cengkareng Jakarta Barat tidak pernah surut  dengan berbagai kreasi  menuju layanan prima. Berikut ini sepuluh hasil inovasi dan kreasi yang telah dicapai Satpas SIM Daan Mogot :
     Pertama, Meluncurkan mobil SIM keliling. Mobil SIM keliling yang beroperasi beberapa tahun silam telah dirasakan manfaatnya oleh segenap lapisan masyarakat luas. Bagi warga DKI dan sekitarnya, kehadiran mobil SIM keliling yang beroperasi pada lima penjuru wilayah DKI sangat membantu terutama menghemat waktu dan tenaga. Layanan ini sekaligus menjadi salah satu target Polda Metro Jaya dalam rangka memudahkan pemohon SIM melakukan registrasi perpanjangan SIM A dan C yang masih berlaku.
 Kedua, Mengikis aksi percaloa., Aksi calo yang menawarkan jasa pada pemohon SIM dengan iming-iming mendapatkan SIM secara instan dan sanggup mengurus dalam waktu singkat sangat meresahkan. namun sepak terjang para begundal ini dikikis habis oleh Tim Khusus (Timsus) yang sengaja dibentuk untuk mensterilisasikan lokasi Satpas SIM Daan Mogot. Hasilnya. Puluhan calo yang kerap beroperasi diburu Timsus dan telah diserahkan ke Polda Metro Jaya. 
      Ketiga, Mengungkap jaringan pemalsu SIM. Lagi-lagi tugas ekstra Timsus  mengungkap aktor intelektual bermain dalam modus pemalsu SIM. Laporan dari masyarakat dan temuan pihak kepolisian di jalan raya menjadi titik terang bagi Timsus mengejar pelaku hingga pelosok tanah air. Hasilnya beberapa pelaku diciduk. kurangnya pengetahuan masyarakat perihal pembuatan SIM menjadi pemicu membuka peluang jaringa pemalsu SIM meraup keuntungan berlipat ganda.
      Keempat, Membuka gerai SIM. Selain mobil SIM keliling, Satpas SIM Polda Metro Jaya juga menyediakan fasilitas gerai SIM pada pusat perbelanjaan seperti di Mal Artha Gading Kelapa Gading Jakarta Utara, Taman Palem Jakarta Barat, Pusat Pebelanjaan PGC Cililitan Jakarta Timur. Dan Blok M square Jakarta Selatan. Gerai-gerai inipun tiddak luput dari serbuan masyarakat.
    Kelima, Menjalin kemitraan denga pihak bank. Agar terhindar dari indikasi Pungutan Liar (Pungli), Satpas SIM bekerja sama dengan bank BRI. Sebagai salah satu syarat mengurus SIM, pemohon mutlak membeli formulir di BRI yang tersedia di Satpas SIM. Prosedur ini berlaku bagi pemohon yang mengurus di Satpas SIM Daan Mogot.
Keenam, Membuka pos layanan pengaduan. Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat pemohon SIM baik yang merasa dirugikan oleh ulah calo
maupun kurang optimalnya pelayanan petugas SIM dapat mengajukan komplain di loket pengaduan yang terletak di dalam kantor Satpas. Selanjutnya petugas akan menindaklanjuti komplain tersebut.
           
Ketujuh, Memberikan remedial. Pemohon SIM yang dinyatakan  tidak lulus  uji teori diberikan kesempatan mengulang berupa remedial. Sebelum dilakukan remedial, petugas pemandu layanan yang dikoordinir oleh perwira pengendali Iptu Hasbi SH memberikan motivasi agar mengerjakan soal secermat mungkin agar memperoleh nilai memuaskan.
Kedelapan, melayani dengan senyum dan ramah tamah. Untuk menciptakan suasana kekeluargaan antara pemohon dengan petugas SIM, Kasie SIM Polda Metro Jaya Kompol M. Arsal Sahban SH, SIK, MM, MH menginstruksikan pada semua petugas agar memberikan pelayanan dengan senyum dan ramah. Hal ini dilakukan agar tercipta rasa kekkeluargaan.         
Kesembilan, Menyediakan fasilitas perpustakaan. Fasilitas perpustakaan yang dilengkapi sarana kedai kopi, furniture, dan internet Wi-Fi sengaja disiapkan agar pemohon mendapat pengetahuan memadai tentang lalu lintas dan teknik dasar mengemudikan kendaraan bermotor di jalan.
Kesepuluh, Membangun masjid megah. Masjid Al- Amanah yang terletak di areal Satpas SIM Daan Mogot iresmikan langsung oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Dr. Untung S. Radjab, Drs, SH, 22 Januari 2012 lalu.  Pembangunan ini merupakan salah satu upaya Polri dalam membangun kemitraan dengan masyarakat sekaligus sebagai bentuk layanan prima. Masjid megah ini mampu menampung 750 orang.
Kendati setumpuk inovasi nyata telah dilakukan Satpas SIM Polda Metro Jaya, namun ada saja segelintir orang yang mengatasnamakan institusi atau LSM yang secara sengaja mencari kesalahan Satpas SIM untuk dijadikan bahan ekspos. Meski demikian, pihak Satpas tampaknya tidak ambil pusing sengan segala berita miring tersebut karena memang tidak ada yang dipusingkan. Wong sudah ada bukti konkrit kok. ( 234 + Din )








           



                                             

Selasa, 24 April 2012

Gebyar Hari Kartini Berlangsung Meriah di Satpas SIM Daan Mogot


Laporan Syamsudin


      Perhelatan hari Kartini tahun ini tampak lebih meriah. dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Fenomena ini dapat disaksikan pada berbagai lembaga dan instansi pemerintah maupun swasta berlomba menampilkan berbagai kreasi dan inovasi demi mengenang sosok wanita yang dikenal sebagai pelopor emansipasi wanita tersebut.

     Perayaan hari Kartini yang di gelar Satpas SIM Polda Metro Jaya Jalan Daan Mogot KM 11, Cengkareng, Jakarta Barat, Sabtu, 21 April 2012. Di lokasi ini perayaan hari Kartini berlangsung meriah dan penuh khidmat. Hampir semua petugas pelayanan SIM baik Polisi Wanita (Polwan) maupun Polisi Lelaki (Polki) mengenakan pakaian tradisional berwarna-warni.
     Kasi SIM Polda Metro Jaya Kompol Twedi Aditya Bennyahdi S. Sos, Sik mengatakan, tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menyambut hari Kartini. Karenanya dianjurkan berbusana tradisional baik wanita maupun lelaki. “Sebagai anak bangsa yang berjuang untuk kepentingan masyarakat, bangsa dan Negara sejatinya kita memberikan yang terbaik. Berbusana tradisional bukan saja semata-mata mengenang sosok Kartini, tetapi juga sebagai jati diri bangsa serta ciri khas daerah masing-masing.” Ujarnya
    Apa yang diharapakan Kompol Twedi Aditya yang belum genap sebulan menjabat sebagai Kasi SIM Polda Metro Jaya Daan Mogot Jakarta Barat direspon dengan antusias oleh segenap petugas Satpas. Mereka berlomba mengenakan pakaian terbaik ala tradional.
     Melihat keanggunan dan senyum khas para polwan dan Polki, beberapa pemohon SIM tampak terkesima dengan penampilan mereka “Ternyata Polwan toh, wah cantiknya!” Puji Ardiansyah, warga Pisangan Baru Matraman Jakarta Timur saat ditemui di pintu utama Satpas.
     Hal senada juga diungkapkan Sintia Astuti, pemoon SIM dari Tegal Alur Kalideras Jakarta Barat. Dia mengaku sangat terkesan dengan penampilan para Polwan. “Kalau tiap hari berpakaian seperti ini, tidak tampak seperti Polwan, anggun dan menawan.” Celoteh Sintia.
     Tampaknya kedua pemohon SIM tersebut tidak mengetahui kalau para Polwan dan Polki di Satpas SIM selalu berpenampilan lain dari biasanya. Pasalnya setiap perayaan hari besar nasional seperti hari Ibu, hari Sumpah Pemuda, hari Pahlawan, dan hari besar nasional lainnya selalu memberikan pelayanan dengan berpakaian tradisional.
     Kendati perhelatan hari Kartini kali ini terkesan meriah, namun tidak mengurangi efektifitas layanan terhadap pemohon SIM. Justru sebaliknya, pelayanan cepat, tepat , dan akurat semakin ditingkatkan sesuai komitmen Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Dr. Untung S. Radjab, Drs, SH. Dan Kasi SIM Polda Metro Jaya Twedi Aditya Bennyahdi S. Sos, Sik. (Syamsudn)

 


Selasa, 29 November 2011

Program Bimbel Uji Teori Satpas Daan Mogot Jadi Proyek Percontohan


Liputan Syamsudin
            Program Bimbingan Belajar (Bimbel) ujian teori Satuan Pelaksanaan (Satpas) SIM Polda Metro Jaya Daan Mogot Jakarta Barat merupakan salah satu layanan unggulan diperuntukan bagi masyarakat pemohon SIM. Alhasil layanan digalang oleh Ditlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Drs. Dwi Sigit Normantyas, SH, MH dan dikendalikan langsung oleh kasi SIM Daan Mogot Kompol M. Arsal Saliban, SH, SIK, MM, MH  mendapat apresiasi yang luar biasa dari pipmpinan Polri.

            Melihat keberhasilan Bimbel uji teori Satpas Daan Mogot yang merupakan ide cemerlang dari Kasubdit Regident AKBP Teddy minahasa Putra SH, SIK, pimpinan Polri melalaui Korps lalu lintas telah memerintahkan seluruh Polda se-Indonesia agar melakukan studi banding sekaligus mencontohkan pelatihan Bimbel Teori Ujian SIM di Daan Mogot Cengkareng Jakarta Barat untuk selanjutnya direalisasikan pada wilayah masin-masing.
            Paur Teori Satpas Daan Mogot Iptu Hasbi Ibrahim SH mengatakan, Bimbel Ujian Teori SIM yang diadakan tiap Selasa untuk SIM C dan Kamis SIM A sangat membantu masyarakat untuk mendapatakn SIM.

’’Setelah mengikuti program ini, 90% pemohon berhasil lulus dan berhak membawa pulang SIM.’’ Ujar Iptu Hasbi Ibrahim SH. Ketika ditemui di kantornya di Jalan  Daan Mogot Km 11 Cengkareng Jakarta Barat. Menurutnya, tujuan diadakan program ini adalah untuk memberi pemahaman terhadap masyarakat luas terkait etika berlalulintas dengan target menurunkan angka kecelakaan demi terwujudkan road safety sekaligus sebagai implementasi dari Gerakan Rencana Umum Nasional Keselamatan (RUNK).
            Lebih lanjut Iptu Hasbi menjelaskan bahwa program Bimbel seperti  ini bukan semata-mata bertujuan meningkatkan prosentase kelulusan pemohon SIM, akan tetapi yang paling utama adalah menanamkan kemampuan dan keterampilan bagi pengemudi kendaraan di jalan raya demi meminimalisir angka kecelakaan. Kalau peserta bimbel telah memperoleh pengetahuan memadai tentang materi diberikan seperti peraturan dan tata cara berlalulintas, rambu-rambu lalulintas, etika berlalulintas dan teknik mengemudi yang baik sesuai aturan, diharapakan mampu mengimplementasikan sekaligus menjadi pelopor tertib berlalulintas dijalan raya serta sebagai teladan bagi pengmudi lain.
            “Alhamdulillah setelah mengikuti Bimbel dari petugas Satpas, saya berhasil mendapatkan SIM A.” Kata Sunarko, warga Tegalan Matraman Jakarta Timur ketika dikonfirmasi di loket pengambilan SIM (loket 30). Suparno mengaku sangat bangga dengan terobosan dilakukan pihak Satpas dalam memberikan pelajaran berharga menyangkut masalah lalu lintas dan berharap bahwa program seperti ini jangan sampai berhenti di tengah jalan, Dia juga berjanji akan menjadi pengemudi yang taat peraturan lalu lintas ketika mengemudikan kendaraan.
            Tidak mudah meraih predikat pilot project atau percontohan bagi  Satpas Daan Mogot. Namun dengan berbagai inovasi menuju suatu peubahan dan didukung oleh seluruh personil Satpas yang memang tidak perlu disangsikan lagi loyalitas dan akuntabilitas masing-masing unit kerja di Satpas Daan Mogot maka segala sesuatu yang dinilai sangat sulit akan menjadi mudah. Harapan masyarakat luas semoga prestasi ini bisa dipertahankan dan terus dikembangkan sehingga inovasi-inovasi lain akan  diciptakan. (Syam)

Sabtu, 22 Oktober 2011

Kepala SMA Tiara Kasih, Siswa Wajib Kenakan Helm SNI

Editor : Syamsudin
Liputan :Hery Vespa

Undang-Undang (UU) Lalu lintas dan Angkutan Jalan Noor 22 tahun 2009 yang telah disahkan pada 22 Juni 2009 saat ini sedang gencar diterapkan mengamanatkan tentang etika berlalulintas dan angkutan jalan dan memuat berbagai kewajiban pengendara sepeda motor termasuk sanksi berat bagi setiap pelanggaran.
Kendati sejumlah pasal dalam Undang undang tersebut dirasa sebagian masyarakat pengguna jalan raya menuai kontroversial, namun akhirnya terlaksana juga. Sosialisasi besar-besaran dilakukan oleh Polda Metro Jaya dan institusi terkait ternyata tidak sia-sia. Alhasil masyarakat sudah memahami kewajiban saat mengendarai kendaraan dan sanksi yang yang harus diterima jika lalai dalam mengendarai kendaraan.
Meski demikian, pelanggaran tetap saja marak. Salah satu contoh konkrit yaitu penggunaan helm ber-SNI. Masih banyak masyarakat yang nekad melajukan kendaraan tanpa helm. Lebih memprihatinkan lagi justru kalangan pelajar yang dominan tidak memakai helm. Padahal selain sangat berbahaya manakala sewaktu-waktu terjadi kecelakaan juga terkena sanksi pelanggaran .

Menyadari fenomena seperti ini. Salah satu sekolah ternama di Jakarta Barat yaitu Sekolah Menengah Atas (SMA) Tiara Kasih berlokasi di Taman Semanan Indah Kalideras Jakarta Barat mewajibkan seluruh siswa yang memiliki kendaraan roda dua mengenakan helm SNI. Disamping itu pihak sekolah dalam hal ini kepala sekolah, Robby S.E. Yacob. M.si. juga menghimbau pada siswanya supaya selalu mengenakan helm pada waktu mengendarai kendaraan roda dua dimanapun, kapanpun, dan dalam situasi apapun. Hal ini dilakukan demi terwujudkan keamanan dan keselamatan siswa itu sendiri.
“Saya selalu memberikan pengarahan dan motifasi kepada seluruh siswa SMA Tiara Kasih agar mematuhi etika berlalulintas. Selain alasan keselamatan, menggunakan helm SNI sudah menjadi kewajiban bagi semua pengendara roda dua seperti diatur dalam pasal 57 ayat 2 dan pasal 106 ayat 8 UU Lalu lintas dan Angkutan Jalan. Sanksi bagi pelanggaran aturan ini yakni pidana paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu. Sanksi yang sama juga dikenakan bagi penumpang yang dibonceng dan tidak menggunakan helm SNI.” Ujar Robby Yacob saat ditemui diruang kerjanya beberapa hari lalu.
Ternyata kepala sekolah yang satu ini telah banyak mengetahui perihal UU No 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan. Lebih lanjut Robby Yacob menjelaskan tentang UU terrsebut. “Perlengkapan kendaraan bermotor bagi pengendara roda dua selain mengenakan helm SNI juga harus melengkapi kaca spion, memakai jaket, sepatu, dan sarung tangan.”Imbuhnya.


Senada dengan kepala sekolah, Dra. Erlita Purnamasari selaku Pembina OSIS SMA Tiara Kasih mengatakan bahwa penggunaan helm bagi siswa yang membawa motor mutlak diwajibkan. “Sekolah kami selalu memprioritaskan kedisiplinan termasuk kelengkapan kendaraan bermotor. Setiap saat kami memantau siswa, jika ada diantara mereka yang tidak menggunakan helm langsung kami tegur. Alhasil sampai sekarang tidak ada lagi siswa yang lalai mengenakan helm.” Ujar Erlita.
Kalau saja semua kepala sekolah peduli seperti Robby Yacob dan Erlita, maka setumpuk permasalahan meghimpit lalu lintas dan angkutan jalan dapat teruarai dengan baik. Ironisnya hanya segelintir sekolah yang berkenan memotivasi siswanya dalam memberikan pengarahan terkait peraturan lalu lintas. Harapan kita agr apa yang diupayakan Kepala Sekolah Tiara Kasih diikuti oleh sekolah –sekolah lain sehingga implikasinya pada kecelakaan yang berakhir maut dapat dikurangi.

Rabu, 21 September 2011

Iptu Hasbi Ibrahim SH : Satpas SIM Ciptakan Layanan Berbasis Kekeluargaan

Iptu Hasbi Ibrahim SH :  Satpas  SIM  Ciptakan Layanan Berbasis Kekeluargaan

Liputan Syamsudin
  Satuan Pelayanan Administrasi (Satpas) SIM Polda Metro Jaya (PMJ) kian genjar menigkat kan pelayanan terhadap masyarakat pemohon SIM demi meraih simpati dan kepercayaan yang bertendensi Zero Complain. Karena itu Satpans SIM PMJ khususnya sentral pembuatan SIM Jalan Daan Mogot KM 11 Cengkareng Jakarta Barat berkomitmen bahwa layanan Satpas SIM mutlak dikedepankan dan harus berbasis kekeluargaan.
Tampaknya komitmen tersebut bukan sebatas ilustrasi atau wacana sesaat yang mula-mula gencar dilaksanakan, namun selanjutnya menjadi jalan di tempat  bahkan menjadi antiklimaks, akan tetapi merupakan sebuah target yang senantiasa direalisasikan oleh  segenap petugas yang selalu siap bekerja ekstra melayani masyarakat pemohon SIM.
            Kepala Urusan (Paur) Teori Satpas SIM PMJ, Iptu Hasbi,Ibrahim SH menjelaskan Satpas SIM tetap konsisten dengan komitmen awal bahwa pelayanan prima menuju kepuasan pemohon menjadi prioritas utama. Untuk memaksimalkan komitmen tersebut ternyata tidak sulit direalisasikan karena seluruh personil yang bertugas di sentral Satpas SIM Daan Mogot Cengkareng Jakarta Barat telah terkoordinasi dengan baik pada masing-masing unit kerja. Kredibilitas, akuntabilitas, dan loyalitas petugas dalam menjalankan tugasnya secara profesional tidak disangsikan lagi. Hal ini tercermin dari kesiapan dan semangat yang tidak surut dari masing-masing pos yang selalu siaga memberikan pelayanan.
             “Kasie SIM Polda Metro Jaya Kompol M Arsal Sahban SH, SIK, MM, MH mengintruksikan bahwa seluruh petugas harus memiliki sikap  kreatif, dedikasi, inovasi, akuntabilitas, loyalitas, dan integritas yang tinggi demi terciptanya layanan prima.” ujar Iptu Hasbi.  “Terciptanya sinergi dan koordinasi yang harmonis akan melahirkan kemitraan yang erat kolerasinya bukan saja sebatas antara petugas Satpas SIM dengan masyarakat yang telah terjalin sifat kekeluargaan, tetapi    juga merambah pada Polri secara keseluruhan. Karenanya, stigma yang berimplikasi pada berkurangnya kepercayaan masyarakat terhadap kinerja petugas harus dikikis. Sebaliknya nilai prestatif mutlak ditonjolkan ketimbang nilai askripsif. Itulah yang  kerapkali kami tanamkan pada petugas.” Imbuh Hasbi.
            Sebagai Perwira Pengendali pada Satpas SIM PMJ, setiap hari Iptu Hasbi  harus bekerja ekstra mengawasi situasi. Tidak heran figur yang satu ini sangat mudah dikenal mengingat aktivitasnya memantau gerak-gerik oknum yang memanfaatkan kesempatan menjerat pemohon SIM terutama yang nekad menjadi calo. Namun berkat koordinasi sesama petugas terutama tim khusus (timsus), situasipun aman terkendali. Meski ada segelintir calo yang mencoba beroperasi namun dengan sigap bisa diamankan dan tanpa konpromi langsung diangkut dan diproses.
            Bermula dari kerja sama yang apik seluruh personil Satpas SIM, lokasi ini dinyatakan steril dari ulah calo. Para calo akan berpikir seribu kali apabila hendak beroperasi di Satpas SIM Daan Mogot. Karena sama halnya masuk kandang macan.
Aiptu Agus Sutrisna SH, salah seorang Timsus mengatakan, mengingat sistem pelayanan diterapkan Satpas SIM Daan Mogot bersifat humanis, sesuai prosedur, cepat, tepat, transparan dan tidak diskriminatif maka target untuk meraih Zero complain, membangun opini yang sehat, inovatif dan meraih simpati masyarakat insyaAllah dalam waktu dekat akan tercapai. Sosok yang berperangai penuh humoris ini sangat dekat dengan masyarakat pemohon SIM. Meski super sibuk, Aiptu Agus Sutrisna tetap konsisten memberikan yang terbaik untuk masyarakat,
“Satpa SIM merupakan institusi pelyanan, jadi kami harus melayani sebaik-baiknya, Pemohon SIM adalah masyarakat yang menjadi mitra kami, saudara-saudara kami, dan kami menganggap kelurga besar. Karenanya salah satu sasaran Satpas SIM adalah layanan bersifat kekeluargaan.” Ujar Aiptu Agus Sutrisna pada Layanan Publik Seribu Pena saat ditemui di ruang kerjanya di Satpas SIM Polda Metro Jaya beberapa hari lalu.
           
            Penulis adalah Wartawan Layanan Publik Seribu Pena dan Pemerhati    
                Masalah Pelayanan di Wilayah Hukum Polda Metro Jaya.